Karya Musik Keluarga De Santos

Triphacks.id-Yogyakarta, Group musik keluarga asal Yogyakarta De Santos telah menggebrak pemirsa melalui konser virtual dengan  sajian musik yang mewakili kurun waktu 50 tahun. Disamping itu group tersebut juga menampilkan karya mereka dalam konteks cinta daerah, tanah air, dan solidaritas internasional terhadap musibah alam.

”Kami memilih untuk mengundang keluarga pecinta sekaligus pemain musik”, sambut Prof. Dr Laksono Trisnantoro selaku host acara yang akrab dipanggil Mas Coco ini. Alasan utama diundangnya De Santos adalah bahwa keluarga Santoso Poedjosoebroto cukup dikenal di kota Yogyakarta. Selama hidupnya Dr. R.H Santoso Poedjosoebroto, SH selain berprofesi sebagai hakim juga aktif di berbagai sosial termasuk kebudayaan dan musik.

 Disamping penyajian musik, program yang diusung Jogya Tea House di akhir pekan itu juga diselingi dengan diskusi dengan menampilkan Dr. Ir. Laretna Adishakti (dosen arsitek UGM), komposer ternama Addie MS, penyanyi rock Keenan Nasution dan Dr. Ario Djatmiko, pakar onkologi secara daring dari Melbourne.

 Acara dipandu oleh wartawan senior Wiwied Trimurti. Sebanyak 16 lagu telah disajikan oleh De Santos dan band lokal DSS Yogyakarta. Group ini ternyata bisa membawakan berbagai aliran musik dari jenis pop sampai progressive rock.

Penanaman Jiwa Musik Sejak Kecil

 Haryo Sasongko selaku wakil dari De Santos menjelaskan kiprah keluarga Santoso dalam bermusik.  Bapak Santoso Poedjosoebroto menurutnya adalah seorang  ahli hukum dan abdi negara. Namun beliau beserta Ibu Soeyatini Santoso telah menanamkan jiwa seni musik sejak kecil kepada putra-putrinya bahkan sampai generasi cucu.

 ”Dalam berbagai kesempatan ketika mengadakan pertemuan dengan anggota keluarga satu sama lain, keluarga Santoso selalu menyanyikan sesuatu lagu dan memainkan instrumen”, kata putera nomor dua Keluarga Santoso yang akrab dipanggil Kongko ini. Disebutkan pula oleh Kongko bahwa dia sendiri juga mengembangkan produksi gitar yang bermotif batik. Berpuluh lagu telah diciptakannya.

 Laretna Adishakti yang panggilannya Sita mendukung kegiatan ini. Menurut dosen UGM jurusan arsitektur ini, keluarga Santoso selalu aktif dalam setiap acara di sekolah, kampus bahkan setelah selesai mengabdi di pemerintahan dan menjadi pensiunan ASN. Rasa keguyuban dalam musik itu menghasilkan semangat tinggi dalam kegiatan apapun termasuk pelestarian batik dan pusaka budaya.

 Dr. Ario Djatmiko yang juga menjadi panelis menyatakan bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah berkomunikasi. Cara yang paling ampuh adalah melalui musik. ”Belajar musik ternyata banyak manfaatnya. Bukan saja membuat kita bisa bermain musik dengan baik dan benar, tetapi lebih dari itu, musik bisa menjadi solusi kestabilan mental”, kata Dr. Ario. Dokter ahli kanker yang merupakan penyanyi rock and blues mengatakan bahwa musik. mengajari keseimbangan serta harmoni. Dan ini sangat penting bagi kehidupan.

2 komentar pada “Karya Musik Keluarga De Santos

  • 07/06/2021 pada 8:38 am
    Permalink

    Keluarga adalah awal pertama pendidikan seseorang. Alhamdulillah Ayah bunda memberikan terbaik bagi kami ber-sembilan. Semoga Ayah bunda husnul khotimah

    Balas
  • 10/06/2021 pada 10:57 am
    Permalink

    Selamat dan salut pak Dubes Bagas yang ternyata punya keluarga musik yang luar biasa…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *