Kerjasama Triple Helix Harus Digencarkan dalam Diplomasi Ekonomi

Triphacks.id-Jakarta,”Kolaborasi antara usahawan, pemerintah, dan kalangan intelektual yang dikenal dengan konsep Triple Helix, sangat penting untuk membangun fondasi industri kreatif nasional yang kuat”, ujar Bagas Hapsoro dalam Webinar Ambassadors’ Business Insight Selasa (20/4). 

Webinar yang diselenggarakan Asosiasi Manajemen Indonesia ini dihadiri para pebisnis, mahasiswa dan wira usaha di beberapa kota termasuk Tangerang, Jakarta, Malang, Surabaya, Singkawang dan Bali.  Disamping itu para Kepala Perwakilan RI di luar negeri juga bergabung dalam Webinar. 

“Sekarang universitas banyak dituntut untuk melakukan penelitian yang mendasar dan menghilir, oleh karena itu kolaborasi dalam wadah triple helix sangatlah penting,” kata Bagas, mantan Dubes RI untuk Swedia periode 2016-Juli 2020. 

Selanjutnya Bagas mengambil contoh kesuksesan ekonomi Korea Selatan. Indonesia bisa menjadi net exporter untuk produk-produk ekonomi karena mempunyai nilai tambah. Untuk usur produk teknologi, inovasi sangat diutamakan. ”Dimanapun di dunia penelitian dan pengembangan akan menghasilkan produk yang lebih berkualitas  dengan nilai jualnya tinggi”, kata Bagas.

Dalam diskusi yang dipandu Suherman Widjaja, Ketua AMA Cabang Tangerang Raya, Webinar juga mendengarkan paparan Tri Edi Mulyani, Dubes RI di Bogota Kolombia (2012-2017), dan pengalaman E.D. Syarief Syamsuri mantan Dubes RI untuk Maroko (2014-2018).

Wisata religi sangat prospektif 

E.D. Syarief Syamsuri mantan Dubes di Maroko menjelaskan bahwa target wisatawan Maroko yang masuk ke Indonesia sebesar 0,5 persen dari 2 juta wisatawan Maroko ke luar negeri, tidaklah berlebihan. Untuk itu, bersama dengan operator wisata Maroko, KBRI menginisiasi paket program wisata, termasuk wisata religi yang diminati wisatawan Maroko. Para operator yang diundang mengunjungi Indonesia diminta untuk menyusun artikel tentang objek wisata di Indonesia pada berbagai media, termasuk media sosial. 

Upaya diplomasi yang terintegrasi dan difinalisasi oleh pemerintah pusat untuk mengisi pasar nontradisional Maroko harus menjadi prioritas dan berkesinambungan sehingga tercapai hasil-hasil ekonomi yang konkret. Prioritas pemerintah Maroko yang berpaling ke kawasan ASEAN secara efektif mulai 2018 juga perlu diantisipasi sebagaimana yang sudah dilakukan secara individual oleh Vietnam dan Thailand. 

Kopi Juan Valdes Kolombia yang Mendunia

”Indonesia harus belajar cara memasyaratkan kopi dari Kolombia”, kata Tri Edi Mulyani. Kesuksesan strategi promosi kopi Kolombia mendorong dibukanya coffee shop Juan Valdez pertama di Bogota pada tahun 2002. Konsep bisnisnya mirip Starbucks yang menjual produk gourmet dimana pembeli bisa membeli kopi dingin maupun panas, dengan campuran sesuai selera. Dengan kesuksesan gerai kopi ini, Juan Valdez semakin berambisi untuk merambah pasar internasional dengan target 300 gerai di seluruh dunia. DI Kolombia hasil kopi memang difokuskan untuk ekspor dan kepedulian pemerintah kepada rakyat dibuktikan dengan bantuan kepada rakyat. 

Demikian komentar Dubes Indonesia untuk Kolombia periode 2012-2017, Tri Edi Mulyani dalam Webinar tersebut. 

“Memang tidak mudah untuk membuat satu achievement di sebuah negara yang bahkan ada orang atau pejabat yang tidak tahu Indonesia,” jelas Dubes yang akrab dipanggil Niniek Trie itu.

Oleh karena itu, Niniek Trie pun membangun dari awal hubungan dengan para pejabat dan tokoh terkait di Kolombia dan menjalin hubungan baik sebagai langkah tepat untuk membuat kesepakatan bisnis. 

Upaya yang dilakukan Trie pun membuahkan hasil. Selama lima tahun mengemban tugas sebagai dutabesar di Kolombia, banyak pencapaian yang berhasil ditorehkan. Bukan hanya B-2-B, seperti kopi, tapi juga dalam banyak sektor lainnya. Diapun dipercaya menjadi wakil Indonesia untuk menjadi saksi perjanjian pengakhiran konflik dengan kaum separatis FARC-EP (Feurzas Armadas Revolucionarias de Colombia-Ejercito del Pueblo). 

Pandangan Tri Edi Mulyani juga didukung oleh Bagas Hapsoro dalam mengamati perkembangan kopi dunia. Diplomasi kopi Indonesia di tahun 2021 akan terus semakin digencarkan dan akan dibagi dalam berbagai bentuk kegiatan seperti temu bisnis, pembuatan katalog rasa, undangan kepada dubes-dubes asing di Indonesia, kunjungan ke sentra-sentra produsen kopi agar mereka bisa melihat bagaimana kopi dihasilkan dan para dubes asing dapat melihat sendiri bahwa menanam kopi secara sustainable dapat bisa bertemu dengan petani langsung terkait aspek kesejahteraannya. 

”Aspek pengalaman dalam bernegosiasi perlu disampaikan dalam memperjuangkan kepentingan nasional bangsa Indonesia”, kata Suherman Widjaja, yang juga pengajar tetap Universitas Prasetiya Mulya. Selanjutnya dosen ini mengharapkan agar pengetahuan, pengalaman dan jejaring kerja (networking) dengan masing-masing Dubes juga dapat disampaikan agar memberikan pengayaan pemikiran bagi para mahasiswa, pebisnis dan pemerhati hubungan internasional.  Para nara sumber sepakat bahwa para pengusaha RI harus lebih aktif berhubungan dengan  mitra bisnis ke mancanegara.ars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *