Kopi Indonesia Masuk Pasar Jerman

Triphacks.id-Jakarta. ”Kami siap memasuki pasar kopi Jerman. Ini merupakan wujud komitmen Kemlu dan Perwakilan RI untuk menembus pasar global. Kami tahu bahwa Jerman itu adalah ”hub”, tempat yang strategis untuk menyebarkan semua produk Indonesia ke mancanegara”, kata Mahendra Siregar sebelum meresmikan peluncuran kopi Indonesia ke Jerman Kamis (4/3) secara virtual dari Kementerian Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Kemlu dan Konsulat Jenderal RI (KJRI Hamburg) secara resmi melakukan pelepasan ekspor perdana Kopi Boyolali, Kopi Toraja, Kopi Flores Bajawa ke Jerman.

Disaksikan oleh perwakilan pemerintah yaitu Kemenlu, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Kopira, Pemkab Boyolali, Kadin Jawa Tengah, PT Lion Parcel, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar dalam pidato resminya menyatakan komitmen Kemlu mengenai kebijakan kopi.

Lebih lanjut Mahendra Siregar meminta UKM dan pelaku industri kopi di Indonesia perlu memanfaatkan potensi Jerman secara maksimal, dengan memperhatikan persyaratan termasuk dokumen ekspor dan beberapa persyaratan (sertifikasi) yang ditetapkan oleh Uni Eropa serta memperhatikan pengelolaan perkebunan yang ramah terhadap lingkungan dan ekosistem disekitarnya, termasuk kesejahteraan para petani.

Secara khusus Wamenlu menyampaikan apresiasinya kepada Konjen RI di Hamburg Ardian Wicaksono atas kerja keras dan kolaborasinya terkait pengiriman Kopi Boyolali, Kopi Toraja dan Kopi Flores Bajawa ke Jerman.”Merupakan perjuangan yang tidak ringan untuk memperjuangkan kopi Indonesia ke pasar Jerman”, ujar Mahendra Siregar.

Wamenlu juga memberikan penghargaan kepada Sascha Bayu Handoyo,CEO MyBaliCofee yang telah membantu mempromosikan berbagai varian kopi Indonesia kepada konsumen Jerman dan negara Uni Eropa lainnya. Juga Emilton Senna dari Dingiso Cofee yang membantu fasilitasi ekspor teman-teman koperasi dan UKM kopi Indonesia.

Mahendra mengingatkan para pebisnis yang hadir bahwa konsumen kopi Jerman, seperti halnya konsumen Eropa lainnya, sangat menghargai specialty cofee dan mempunyai komitmen kuat terhadap perkebunan kopi yang sustainable, traceability and fair trade.

Sementara itu Konjen RI di Hamburg Ardian Wicaksono menyatakan bahwa berkat upaya serta komunikasi yang sangat baik dengan Boyolali pasar kopi Jerman dapat ditembus. ”Sampel coffee beans yang dikirim ke Hamburg ternyata lolos dari pengujian kopi”, ujar Ardian Wicaksono. Ditambahkan juga bahwa petani, koperasi dan pengekspor Indonesia perlu memahami standard khusus dan sertifikasi kopi. ”Kalau pengiriman ini lancar maka akan menjadi bagian dari mata rantai ekspor komoditi kopi ke Eropa” kata Konjen RI di Hamburg tersebut.


Ketua Kopira, Emilda Liliyanti dan Ketua House of Coffee Yuanita Rahman menyatakan rasa gembiranya bahwa kopi Boyolali bisa masuk ke Jerman. Emilda menjelaskan bahwa tidak banyak yang mengetahui bahwa Boyolali memiliki potensi komoditas kopi. Maka dengan masuknya kopi Boyolali ke pasar kopi Jerman, diharapkan dapat memicu daerah-daerah penghasil kopi lainnya di Indonesia untuk Go International.


”Walaupun ada beberapa kendala yang harus kami hadapi di lapangan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami. Karena ada satu prinsip yang menjadi salah satu pedoman kami terutama saya yaitu, Nek gelem dijak kolaborasi, monggo. Nek ra gelem, dikancani ngopi ae (kalau mau diajak kolaborasi silahkan,kalau tidak mau ya temani ngopi aja)”, kata Emilda.


Dalam menyampaikan narasinya, Konjen Ardian Wicaksono menyatakan bahwa kisah keberhasilan menembus Jerman adalah ”kisah” bisnis. Cerita mengenai akses pasar, mengenal pembeli dan importir, mengenal cita rasa konsumen, serta akhirnya mengenalkan dengan para pelaku bisnis kopi, koperasi dan lain-lain. Cerita kopi Indonesia juga berbicara mengenai upaya untuk ikut melindungi satwa khususnya satwa langka dan pelestarian lingkungan.

”Selanjutnya KJRI Hamburg akan terus melakukan diplomasi ekonomi, diplomasi kopi, karena upaya itu menjadi narasi kami dalam memperluas jejaring, membangun mitra bisnis, memperdalam arti persahabatan dengan pelaku bisnis, pelaku industri dan diaspora Indonesia di luar negeri“, kata Ardian.

Acara pelepasan kopi perdana ke Jerman tersebut merupakan rangkaian kegiatan diplomasi yang tujuannya memberikan dorongan agar pemulihan ekonomi nasional peningkatan kesejahteraan petani kopi Indonesia.


Acara ditutup dengan pelepasan secara resmi kopi Indonesia oleh Wamenlu Mahendra Siregar. ”Dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanalah Wa Ta’ala dan seraya mengucapkan Bismilahirahmanirahim, Ekspor kopi Boyolali, kopi Toraja, dan kopi Flores-Bajawa Indonesia ke Jerman, saya lepas secara simbolis..”, kata Mahendra menutup acara. -Kementerian Luar Negeri/ars.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *