Meningkatnya Ekspor Kopi RI ke AS Ketika Pandemi 2021

Triphacks.id-Jakarta, Meski masih berada pada masa pandemi Corona sekarang, ekspor Indonesia ke AS mempunyai harapan besar untuk meningkat. Selain trend minum kopi yang meningkat, juga ada negara yang mengalami gagal panen termasuk Brazil dan Kolombia.   

Dalam  brainstorming yang dipimpin Dubes Prayono Atiyanto rapat mendengarkan laporan perkembangan dari semua Konjen RI di AS. Kesimpulan dalam rapat adalah AS merupakan pasar potensial bagi produk kopi Indonesia. 

Meskipun ekspor kopi ke AS pada Januari – Mei 2021 mengalami penurunan 23 persen  dibandingkan dengan periode 2020, namun rapat melihat faktor yang terjadi bukan karena merosotnya mutu kopi Indonesia. Saat ini terjadi kendala logistik, karena kesulitan untuk mendapatkan kontainer dan harga pengiriman yang semakin meningkat.

Para Konjen RI di San Fransisco, New York, Los Angeles, Houston dan Chicago melihat peluang besar kopi Indonesia untuk berkiprah di AS. Adanya rebound permintaan setelah pembukaan kegiatan ekonomi di berbagai negara bagian di AS. Menurut laporan Atperdag Washington DC, saat ini terjadi ledakan permintaan kopi Indonesia dari negara bagian Maryland, Florida dan Colorado.

Kopi Indonesia yang memiliki ragam jenis specialty coffee dengan sertifikasi GI (Geograhical Indications) memiliki keunggulan untuk dipromosikan di  berbagai segmen pasar AS. 

Pantai Barat AS (San Fransisco, Seattle, Portland) adalah wilayah berkembangnya budaya kopi di AS. Wilayah ini sangat penting bagi masuknya kopi-kopi dari Indonesia. Tercatat beberapa perusahaan diaspora yang memiliki branding terkenal dan berhasil mendatangkan kopi ke AS secara kredibel, yaitu: Beaneka Coffee, Putri Coffee dan Belift Coffee. 

Konjen Simon D. Sukarno menyatakan bahwa untuk menindaklanjuti masalah itu diperlukan penguatan branding Indonesia. Pantai Barat AS (San Fransisco, Seattle, Portland) adalah wilayah berkembangnya budaya kopi di AS. “Wilayah ini sangat penting bagi masuknya kopi-kopi dari Indonesia”, kata Simon. 

Dalam kesempatan itu Atase Perdagangan Wijayanto menyarankan perluasan jangkauan distribusi ke berbagai coffee shop/coffee roaster yang menggunakan kopi dengan nilai tambah baik dengan sertifikasi Indikasi Geografis (Geographical Indications-GI), untuk organik maupun dengan jenis kopi bernilai tambah lainnya. 

Rapat menggarisbawahi pentingnya cara inovatif Konjen Arifi Saiman dari New York dengan mendirikan Kafe Dangdut di kota New York City. Menurut rencana akan diresmikan oleh Menparekraf Sandiaga Uno bulan September mendatang. “Ini merupakan outlet kopi Indonesia pertama di AS”, kata Arifi Saiman. Diharapkan outlet itu akan menjual semua jenis kopi dari Indonesia. Disamping mengetengahkan kopi sebagai sajian pokok juga mempromosikan kreasi budaya Indonesia. 

Konjen RI di Houston Andre Omer Siregar dan Konjen RI Los Angeles Saud Krisnawan akan terus berkoordinasi terkait rencana virtual bisnis antara pengusaha AS dengan pengusaha eksportir kopi RI. Langkah lainnya adalah mengadakan webinar secara periodik antara Konjen RI dengan para pengusaha kopi nasional. Kedua hal ini akan difasilitasi TPPE. 

Sementara itu  Konjen RI Meri Binsar Simorangkir dari Chicago akan menambah kemitraan termasuk mengajak dua perusahaan importir kopi Collectivo dan Intelligensia untuk berbisnis kopi dengan eksportir kopi dari Indonesia.  Hal lain adalah business matching yang akan dilakukan oleh ITPC di Chicago dan Atdag Washington DC. 

Launching Ekspor Kopi 3 Kontainer ke AS 

Mengikuti prakter yang telah dilakukan oleh TPPE sebelumnya saat acara pelepasan ekspor kopi unggulan ke Jerman (Maret 2021), rapat sepakat untuk mengadakan pelepasan secara resmi ekspor kopi Indonesia di bulan Oktober 2021. Launching ekspor ini terdiri dari tiga kontainer dari Belift Green Beans. Total nilai ekspor 3 kontainer adalah USD 300.000 atau sekitar Rp. 4,5 Miliar. 

Co-Founder Belift Green Beans, Ivan Hartanto menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan mereka mengekspor kembali kopi green beans. “Saya sangat senang bahwa bulan Oktober nanti kita akan mendatangkan 3 kali lipat kopi spesialti Indonesia ke AS”, ujar Ivan. Memanfaatkan waktu yang masih ada,  Ivan akan mengajak eksportir kopi lainnya untuk ikut mengirimkan kopinya ke AS.- Sumber: Kementerian Luar Negeri/ars.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *