Pendidikan Kopi Bagi Para Diplomat Indonesia: Suatu Terobosan

Triphacks.id-Jakarata, Setelah sekian tahun sukses melaksanakan diplomasi ekonomi, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) mulai Nopember bulan lalu memperkenalkan edukasi kopi bagi para diplomatnya.

Kurikulum Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) bertajuk “Pengenalan Kopi Nusantara” mencakup pendidikan, baik teori maupun praktik menjadi barista.

Sampai sejauh mana Kemlu menjadikan kopi sebagai salah satu pelajaran utama di Pusdiklat? Tidak ada batas mengenai hal ini, mengingat kopi memang menarik untuk dipelajari dan diketahui siapapun. Selain menjadi gaya hidup sekarang, kopi juga lekat dengan budaya dan memberikan manfaat ekonomi.

Yang jelas kopi adalah minuman idaman bagi kebanyakan orang di seluruh dunia. Bukan hanya karena kenikmatannya yang dirasakan oleh peminumnya tetapi juga nilai ekonomi bagi negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi. Pertumbuhan produksi kopi dalam kurun waktu 13 tahun ini memang tidak diragukan lagi, meyakinkan.

Selama periode 2008-2020, volume ekspor kopi Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan rata-rata 4,5 persen per tahun. (Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, 23 September 2021, ”Enam peranan kopi dalam perekonomian”).

Presiden Jokowi pada 15 Agustus 2021 menyatakan kegembiraannya bahwa sektor pertanian termasuk kopi merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi Covid-19, dimana ekspor pada tahun 2020 mencapai Rp. 451,8 triliun, atau naik 15,79 persen jika dibandingkan tahun 2019, yang hanya Rp. 390,6 triliun.
Tantangan kedepan

Meskipun prospek kopi tetap menjanjikan, kiranya tidak ada yang bisa meremehkan tantangannya. Demikian banyak. Mulai dari kampanye hitam seputar isu lingkungan, keberlanjutan (sustainability), hak asasi manusia, kesehatan, persaingan komoditas, tuntutan kualitas dan pelabelan. Dampak eksternal ini masih diperparah dengan terbatasnya jumlah alat mesin untuk memudahkan pasca panen dan alat pengolahan untuk nilai tambah; pembangunan infrastruktur dan penerapan Good Agricultural Practice yang diinginkan negara-negara Uni Eropa.

Masalah lainnya adalah ketidaksesuaian koordinasi penanganan di hulu dan hilir, dan kolaborasi antar lembaga. Hal ini hanya dapat diatasi melalui peningkatan kapasitas pengambil kebijakan, antara lain melalui bimbingan teknis dan pelatihan.

Ada peluang yang perlu dimanfaatkan terkait dengan teknologi, keberlanjutan dan ketertelusuran. Menurut Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), peningkatan penggunaan bisnis online di Indonesia dari tahun 2020-2025 adalah 370%. tertinggi di ASEAN (Prof. Dr. Henri Subiakto, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Informasi, 12 Juli 2021)

Selain itu, dengan teknologi, produktivitas kopi akan meningkat pesat termasuk penambahan mutu atau kualitas produk. Perkembangan digitalisasi juga sangat membantu perkembangan teknologi kopi baik dari segi produksi maupun penjualan.

Menurut laporan Organisasi Kopi Internasional bulan Oktober 2021, pada September 2021, harga kopi mencapai rekor tertinggi baru karena rata-rata bulanan harga indikator komposit ICO adalah 170,02 sen AS/lb, meningkat 6,2 persen dibandingkan dengan 160,14 sen AS/ lb pada Agustus 2021. Tingkat harga ini selama tahun kopi 2020/21 mengonfirmasi pemulihan yang dialami selama tiga tahun kopi terakhir.

Namun Indonesia juga perlu memikirkan aspek keberlanjutan (sustainability), yaitu perubahan iklim dimana peran konservasi begitu penting. Jika tidak, dunia akan menghadapi malapetaka, yaitu kerusakan lingkungan.

Belajar dari Kolombia

Indonesia bisa belajar dari Kolombia untuk mempopulerkan kopi spesialti. Pada tahun 70-an dan 80-an, pemerintah Kolombia menaikkan target produksi kopinya dari kopi komersial menjadi kopi spesialti. Dalam 30 tahun, Kolombia sekarang menjadi salah satu produsen kopi spesialti terbaik di dunia. Narasi tentang kopi spesialti ditingkatkan. Kualitas dari tanah dan aspek kesehatan ditonjolkan

Sebenarnya orang yang minum kopi spesial butuh cerita, bagaimana kopi itu diproduksi, dimana barista perlu hadir untuk membuka jalan mempromosikan kopi spesial Indonesia. Mulai dari sampel kopi kemudian meningkat menjadi pesanan ribuan ton.

Dalam situasi pandemi ini, disadari atau tidak kita telah memanfaatkan teknologi. Dimulai dengan pertemuan menggunakan zoom kita bisa bertemu calon importir atau pembeli yang serius. Setelah itu kita dapat mengirim sampel para pemirsa yang ditargetkan.

Kita perlu menunjukkan asal-usul kopi spesial Indonesia dan memfokuskan pada keragaman kopi Indonesia. Tentu pengepakan (packaging) yang berkualitas tidak bisa diabaikan, Dengan demikian seorang pelanggan kopi Indonesia di luar negeri bisa berimajinasi sambil duduk di pinggir pantai menyeruput Bali Kintamani atau menikmati pemandangan sambil minum Kopi Toraja.

Edukasi dan Peranan Millennial

Hal lain yang penting dengan kopi spesialti Indonesia adalah kebudayaan. Bagaimana melihat kopi Indonesia sebagai suatu tradisi dan kebiasaan yang turun-temurun. Contohnya adalah kopi tubruk. Sebelum negara jiran mengklaim bahwa kopi tubruk adalah berasal dari mereka, sebaiknya kita perlu mengedukasi masyarakat kita sendiri bahwa kopi spesialti Indonesia lebih dikenal dan dapat diterima secara luas di manca negara.

Edukasi dan sosialisasi tentang kopi spesialti di Indonesia perlu dilakukan tidak saja dari hulu, hilir sampai konsumen, tetapi juga target pasar, utamanya kaum muda. Mau tidak mau kita perlu mengedukasi pelanggan. Seorang pengamat kopi bernama Salendra pada tahun 2014 meramal bahwa bahwa generasi yang bisa mengatur pasar adalah milenial. Prediksinya kini terbukti, para millennial adalah segmen terbanyak pengemar kopi baik di kedai maupun Cafe. (Salendra, “Coffee Shop As a Media for Self-Actualization Today’s Youth”, Juli 2014 dalam Journal the Messenger).

Dengan demikian, tuntutan sekarang adalah bahwa idealnya seorang barista harus siap untuk tidak saja menjual kopi, tapi juga membagi kisah tentang kopi itu sendiri. Mereka dapat menarik perhatian kaum milenial dengan menceritakan bagaimana secangkir kopi dibuat dan kisah tentang asal usul kopi. Indonesia merupakan negara yang memiliki lebih dari 35 single origin. Terbanyak di dunia.

Salah satu tugas Perwakilan RI di mancanegara adalah berpartisipasi aktif dalam pameran dan memanfaatkan platform perdagangan regional secara teratur, melakukan temu bisnis dan mempromosikan kopi dengan platform digital. Dengan alasan di atas, seorang diplomat diharapkan dapat menceritakan nilai dan kualitas agar pelanggan memilih produk tersebut. Penugasan kepada diplomat ini tepat karena di luar negeri setidaknya mereka dapat melakukan market intelligence, dengan bekerjasama melalui Kementerian Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Centre, dan kementerian/lembaga lainnya.

Terakhir, kolaborasi dengan para pakar kopi, perusahaan dan pengekspor kopi mutlak diperkuat. Antusiasme para pakar dan perusahaan kopi Indonesia untuk membantu pendidikan kepada diplomat patut diapresiasi. Mereka adalah Tanamera Coffee, 5758 Coffee Lab Bandung dan Nozzkav Kopi Indonesia dan sebagainya. Kedepan, diplomat Indonesia tidak saja sebagai perunding atau pelaku diplomasi tetapi seorang barista yang bersertifikasi handal (Q Arabica Grader). Suksesnya suatu kesepakatan dalam pertemuan usaha (business matching) akan dicapai antara lain melalui perundingan dan atraksi coffee cupping dari kopi Indonesia yang diracik diplomat RI.


(Penulis: Bagas Hapsoro. Duta Besar Indonesia untuk Swedia merangkap Latvia (2016-2020). Tim Diplomasi Kopi Kemlu R.I.)

One thought on “Pendidikan Kopi Bagi Para Diplomat Indonesia: Suatu Terobosan

  • 04/12/2021 pada 6:09 am
    Permalink

    Semoga sharing tentang kopi dan wisata ini bermanfaat. Negara-negara lain seperti Malaysia, Vietnam bahkan Kolombia berjuang keras bgmn meningkatkan wisata sekaligus mempromosikan produk-produk komoditi dan kerajinannya. Kita tidak usah sungkan belajar dari mereka. Kita bisa maju di kedua hal tadi. Karena ada faktor berikutnya… kebudayaan yang unik.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *