RAKORNAS PARIWISATA TAHUN 2021

Triphacks.id-Jakarta, Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2021 pada 27- 28 September 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno yang didampingi  Dadang Rizki Ratman, Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha. Ari Juliano, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi  dan  Josua Puji Mulia Simanjuntak, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas  menjelaskan beberapa hal. 

Tahun 2021-2022 merupakan tahun pemulihan ekonomi nasional dan global, serta reformasi struktural. Pariwisata menjadi salah satu fokus utama dalam draft Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 yakni untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata.  Dalam rancangan RKP Tahun 2022, telah ditetapkan dua strategi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Yakni pemulihan pasar dan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, serta diversifikasi pariwisata dan peningkatan nilai tambah ekonomi kreatif. 

Rekomendasi dan rencana tindak lanjut atau strategi dalam memulihkan pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun 2021 – 2022 ini, memerlukan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak dalam mendorong peluang usaha dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. 

Oleh karena itu, Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2021 pada 27- 28 September 2021. Rakornas Parekraf Tahun 2021 mengusung tema “Pemulihan dan Pertumbuhan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, dengan sub tema “Mendorong Peluang Usaha dan Membuka Lapangan Kerja Seluas-luasnya.

Adapun tujuan penyelenggaraan Rakornas Parekraf ini adalah : Sinkronisasi dan harmonisasi program pemulihan lintas sektor (Tepat Sasaran – Tepat Waktu – Tepat Manfaat). Kolaborasi dan aksi percepatan pemulihan (Geber – Gercep), dan mewujudkan peluang usaha dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya (Gaspol) .

Ada 3 poin utama yang ingin disampaikan dalam Rakornas Parekraf 2021, yaitu : 1. KOLABORASI: berkolaborasi dengan melibatkan ABGCM (Academics, Business, Community, Government, dan Media) dan berbagai stakeholders lainnya untuk memulihkan pertumbuhan sektor parekraf dan memperluas pasar serta memberikan manfaat yang baik khususnya bagi sektor parekraf. 

2. INOVASI: inovasi tata kelola produk dan jasa untuk mendorong pengembangan potensi pelaku ekonomi kreatif dan menciptakan program-program bersinergi untuk sektor parekraf agar dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memajukan kesejahteraan umum. 

3. ADAPTASI: menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin (CHSE), program vaksinasi, serta revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif. 

Turut hadir pada Rakornas Parekraf 2021, antara lain : Luhut Binsar Pandjaitan – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Airlangga Hartanto – Menteri Koordinator Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati – Menteri Keuangan, Dante Saksono Harbuwono – Wakil Menteri Kesehatan, Mahendra Siregar – Wakil Menteri Luar Negeri, Eddy O.S Hiariej – Wakil Menteri Kementerian Hukum dan HAM, Jerry Sambuaga – Wakil Menteri Perdagangan , Susyanto – Sekretaris Kementerian BUMN,  Amalia Adininggar Widyasanti – Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian PPN/Bappenas. Usman Kansong – Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Didin Junaedy – Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) 

Output dari Rakornas Parekraf 2021 ini adalah Endorsement seperti MoU/PKS dengan berbagai stakeholders, Launching/Kick Off, Pilot Project/Prototype Modelling sehingga meningkatnya peluang usaha dan lapangan kerja. 

Pembukaan Bali untuk Wisatawan Mancanegara 

Pembukaan kembali Bali pada bulan Oktober mendatang merupakan target yang disampaikan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, namun tentunya dengan melihat situasi dan perkembangan Covid-19 di Bali. Kemenparekraf sendiri terus melakukan langkah-langkah persiapan yang perlu dilakukan. Beberapa waktu lalu  telah dilakukan rapat terbatas bersama beberapa stakeholder pariwisata Bali sebagai upaya pembukaan dan penerimaan kembali kunjungan wisatawan mancanegara ke pulau dewata. Hasil rapat dengan stakeholder pariwisata di Bali pekan lalu, akan menjadi sejumlah rekomendasi yang akan dibawa ke Rapat Terbatas Tingkat Menteri 

Kondisi di Bali sudah menunjukkan situasi yang kondusif dan langkah persiapan ini sudah masuk tahap akhir. Saat ini tiga lokasi percontohan yang diberi nama SUN, yakni Sanur, Ubud, dan Nusa Dua sudah disiapkan sebagai pilot project untuk menerima wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Namun tentunya ingin seluruh destinasi wisata di Bali masuk dalam kategori zona hijau. 

Saat ini industri tengah menyiapkan paket-paket wisata adaptasi yang berkaitan dengan perluasan green zone.  Penerapan protokol kesehatan dan integrasi aplikasi pedulilindungi harus disiapkan di berbagai destinasi. Sebagai upaya untuk menekan transmisi lokal seminimal mungkin dan penguatan kapasitas respon (Testing, Tracing, Treatment). 

“Terkait wisata vaksin, saat ini kami juga tengah mengkaji kemungkinan paket wisata tersebut yang sebelumnya sudah kami persiapkan sesuai dengan arahan presiden. Begitu juga dengan Work From Bali yang sempat terhenti akibat pemberlakukan PPKM sebelumnya, bahwa industri pariwisata di Bali siap menjalankan program tersebut,” ungkap Menteri Sandiaga Uno .

Terkait dengan negara maupun proses kedatangan wisatawan, saat ini juga terus dimatangkan. Karena nanti konsepnya adalah uji coba, maka kemungkinan besar kedatangan wisatawan akan melalui charter flights karena akan lebih mudah untuk dilakukan pengawasan. 

Selain Bali, lanjut Sandi,  kita juga fokus mempersiapkan destinasi Batam dan Bintan, seperti Kawasan Pariwisata Lagoi di Bintan dan Kawasan Pariwisata Nongsa Sensation di Batam. End to end CHSE di Batam Bintan terus kami persiapkan. Update Hasil Pengawasan Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata.

Hasil Pengawasan Sebaran Uji Coba Tempat Wisata/Taman Rekreasi Tahap I, diketahui diperlukan sejumlah perbaikan dalam hal, masih banyak masyarakat yang belum paham aplikasi PeduliLindungi.  Pengecekan QR Code berpotensi menyebabkan antrian panjang . 

Kendala Aplikasi PeduliLindungi: sinyal, gagal log in, dan sulit check in. Pengunjung tidak memiliki telpon genggam . Anak 12 tahun tidak bisa memasuki taman rekreasi. Kesadaran pengunjung untuk taat protokol kesehatan masih kurang  seperti melepas masker, lalu belum semua Taman Rekreasi menyediakan imbauan dan mengingatkan pengunjung tentang membuang masker pada tempat sampah infeksius secara lisan dan tertulis.

Belum semua Taman Rekreasi menyediakan transaksi pembayaran secara elektronik. Masih banyak pintu yang berhubungan langsung dengan akses keluar masuk warga di sekitar taman rekreasi .  Menyediakan tanda pengaturan jumlah dan jarak antar pengguna toilet pada saat yang bersamaan.

“Kami di pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah dalam pembukaan destinasi wisata. Kami rutin melakukan evaluasi dalam uji coba pembukaan destinasi wisata, sebagai upaya langkah yang akan diambil dalam pembukaan destinasi wisata ke depannya,” lanjut Sandi.

 Untuk membuka kembali destinasi-destinasi wisata, tentunya  perlu menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan Satgas Covid-19 dengan mempertimbangkan angka penularan Covid-19 di daerah yang akan dibuka destinasinya. Adapun uji coba tahap II adalah daerah/kota dengan level III dengan aturan dari Kemenparekraf. 

Pengawasan terhadap destinasi-destinasi yang buka di luar ke-20 destinasi yang diuji cobakan juga ditingkatkan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, sembari  memberikan peringatan dan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan CHSE. 

Terkait uji coba pembukaan destinasi wisata di Jakarta, selain kawasan Ancol, TMII, dan Setu Babakan, tidak menutup kemungkinan uji coba pembukaan destinasi wisata ini bisa kita perluas di daerah Jakarta lainnya, dengan memperhatikan perkembangan kondisi Covid-19 terkini, serta level dari pada PPKM di tiap wilayah. Uji coba sendiri akan dilakukan secara bertahap. Adapun lokasi uji coba tahap II adalah daerah/kota dengan level III dengan aturan dari Kemenparekraf. 

Tentunya, sertifikasi CHSE dan penerapan Indonesia Care terus kita dorong, agar seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada wisatawan saat berkunjung. Selain itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga akan terus dimasifkan, karena kedepan aplikasi PeduliLindungi akan menjadi gold standar kita ketika beraktivitas. 

Terkait aktivitas anak di bawah umur 12 tahun khususnya ke dalam mal, saat ini pemerintah tengah melakukan sejumlah penyesuaian aktivitas masyarakat di masa perpanjangan PPKM Level 1-4. Salah satunya dengan mengizinkan anak di bawah usia 12 tahun untuk masuk ke mal, hal ini sesuai dengan Inmendagri No.43 tahun 2021. 

Izin operasional ini baru di uji cobakan di wilayah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, dengan syarat di dampingi orang tua dan penerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.  Uji coba ini tentunya dilakukan secara gradual atau bertahap dengan memperhatikan situasi Covid terkini, karena dinamika pandemi yang sangat dinamis. Terkait prosedurnya sedang dalam tahap pembahasan, semoga bisa difinalisasi segera oleh Menteri Dalam Negeri. 

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) berharap, diizinkannya anak usia di bawah 12 tahun masuk ke mal dapat menambah tingkat kunjungan hingga 10 persen. Hingga kini rata-rata tingkat kunjungan masyarakat ke mal sudah mencapai 35 persen dari total kapasitas. 

Sementara itu Program “Indonesia Spice up The World” (ISUTW) ini saat ini terus  digodok dan dipersiapkan sehingga nantinya bisa diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo dalam acara World Expo Dubai, tepatnya dimulai saat launching pada tanggal 4 November 2021 mendatang di saat bersamaan dengan pelaksanaan National Day di World Expo Dubai yang rencananya akan dihadiri Presiden RI yang kebetulan juga akan berada di Dubai dalam rangka roadshow presidensi G-20.

Kemenparekraf dalam hal ini memberikan dukungan berupa produksi konten multimedia ISUTW yang akan digunakan dalam Launching ISUTW di World Expo Dubai. ars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *