Rumah Madu Petani Berorientasi Ekspor

Triphacks.id-Bandung, Dalam Rangka  mendukung Program pemerintah, Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo, menginisiasi “Gerakan tiga kali lipat ekspor produk pertanian”, ini adalah salah satu dari 3 program starategis yaitu, konstratani, KUR, Gratieks. 

 Rumah Madu Petani sebagai Pelaku budidaya lebah dan madu, mendapatkan undangan pada hari ini, 21 Oktober, dari Balai Besar Karantina Pertanian, Deptan. Menjadi peluang berbagai pelaku tani se-JaBar untuk memaksimalkan hasil tani mereka, dengan cara bersinergi dengan 3 program diatas.

Wadah ini juga bertujuan untuk, memberdayakan potensi komoditas dan percepatan ekspor, membangun jejaring lebih luas, memudahkan pelaksanaan program pada desa Gratieks, menumbuhkan minat pada generasi muda di sektor pertanian. 

Rhafdian Putra, mangatakan “Usaha yang bersinergi adalah salah satu kunci Usaha yang akan sustainable, merangkul banyak pihak dan melakukan kerjasama semua mitra bisa menjadi kultur yang positif yang bisa dibangun.”  Setidaknya semangat ini yang dibawa oleh Rumah Madu Petani  saat ditanya oleh pihak Fasilitator (JPN).

Guna menjamin keberlangsungan pelaksanaan Gratieks pada tingkat propinsi maupun kabupaten, maka dibutuhkan instrumen organik, Petani Muda Berorientasi Ekspor (PINTER). Anggota ini akan mengawal setiap pelaksanaan program kerja dan  memberdayakan potensi daerah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *