Sehari Jalan-Jalan ke Cirebon

Jalan-jalan ke Kota Udang, Cirebon  bersama komunitas meenjadikan sebuah pengalaman yang menarik. Bagaimana tidak, jalan-jalan kali ini dilakukan dalam satu hari.

Berkumpul di Stasiun Gambir, rombongan  komunitas biasanya memakai dress code, biar terlihat kompak. Umumnya dengan kaos seragam atau hanya dengan topi. Rombongan berangkat menggunakan angkutan umum seperti kereta api dan lainnya.  Jadi yang bawa kendaraan pribadi, mobil atau motor tinggal parkir di stasiun.

Dengan kereta pagi, rombongan sudah meluncur menuju Cirebon. Salah satu peserta mengaku ini adalah perjalanan pertama kalinya ke kota tersebut. Di tengah gemuruh suara kereta,  peserta begitu menikmati perjalanan selama tiga jam itu. Karena berangkat dengan kereta paling pagi, jadinya sarapan sudah disiapkan oleh pemandu perjalanan.  

Di kereta  memang sempat tergoda untuk membeli sarapan, tapi oleh  pemandu perjalanan disarankan untuk menahan diri dan cukup beli minuman saja. Hari masih pagi ketika kereta memasuki Stasiun Cirebon. Sisa-sisa hujan semalam masih terlihat.

Di depan stasiun sudah menunggu bus yang merupakan rekanan kalau tengah mengadakan acara jalan-jalan ke Cirebon. Tidak langsung meninggalkan stasiun, rombongan santai dan foto-foto dulu di stasiun yang bersejarah ini. Kemudian  lanjut  menuju tempat pertama yaitu sarapan di nasi jamblang Mang Dul.

Ini adalah nasi jamblang yang sangat terkenal di Cirebon, alamatnya di jalan Cipto, di sana sudah penuh dengan pengunjung. Nasi jamblang adalah nasi khas yang berbentuk nasi dikepal dan memang hanya sekepal atau sedikit, lalu dibungkus dengan daun jati. Karena hanya sekepal, umumnya orang menyantap sampai tiga bungkus.

Untuk pendamping nasi ada berbagai lauk seperti otak goreng, sate telur puyuh, cumi-cumi, tahu, krupuk kulit, perkedel dan masih banyak lagi, kalau dihitung ada  sekitar 25 jenis lauk. Tapi yang paling enak adalah sambal cabe merahnya, dengan rasa gurih dan asam, sambal ini tidak terlalu pedas.

Selesai sarapan, rombongan bergegas menuju ke Keraton Kasepuhan. Sampai di area keraton, segera menuju ke loket untuk membeli tiket masuk dan menyewa  seorang pemandu.

Sewa pemandu penting, karena bisa menjaga irama kehidupan Keraton dan kita mendapat penjelasan yang detil.

Dari ruang utama menuju ke ruang penyimpanan senjata, seperti keris, meriam dan baju perang yang semua tersimpan di lemari. Ada juga seperangkat gamelan yang sudah berumur ratusan tahun.

Dari tempat ini pemandu mengajak ke tempat yang paling dituju adalah ruang kereta kencana. Memang menakjubkan, kereta yang bagian depannya berbentuk naga dan tubuhnya kuda terbuat dari kayu besi berwarna hitam. Kereta ini didisain oleh salah satu pangeran dan dibuat pada saat Belanda belum masuk Indonesia.

Sehabis dari keratin, sempat sholat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang lokasinya berdekatan. Konon masjid ini dibangun hanya dalam waktu semalam.

Perjalanan lanjut ke Rumah Kerang, yang sebenarnya memiliki nama resmi Multi Dimensi Shellcrafts, merupakan toko kerajinan tangan yang menjual berbagai jenis perabot rumah dan furniture,  yang terbuat dari kerang. Kualitas yang tinggi dan desain produknya yang bagus,  membuat tempat ini memiliki banyak pembeli dari luar negeri, seperti dari Spanyol, Jepang, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya.

Proses pembuatan barang-barang kerajinan tangan kerang ini menarik,  karena  pembuatnya  menggunakan cairan khusus untuk meratakan kerang-kerang tersebut,  sebelum digunakan untuk dirakit menjadi produk seperti tudung lampu, lampu gantung, kursi, meja bahkan sampai patung unta.   

Karena hari sudah siang, maka makan siang jadi tujuan. Kali ini ke Empal Gentong Haji Apud. Tempat ini  adalah salah satu wisata kuliner yang sudah melegenda di Cirebon. Memulai usahanya pada tahun 1995, Haji Mahcfud atau yang lebih dikenal dengan nama H. Apud ini memulai usahanya dengan berjualan Empal Gentong di warung sederhana yang didirikannya ditepi jalan Ir. H. Juanda Battembat Kab Cirebon, dengan harga Rp. 1500  per porsi.

Empal gentong dimasak dalam gentong dan menggunakan kayu bakar. Cara memasak dalam gentong tanah liat ini akan membuat cita rasa makanan menjadi lebih sedap. Sementara itu, untuk daging yang digunakan adalah daging segar yang diambil  langsung dari tempat pemotongan sapi. Keempukan daging sapi dalam setiap porsi empal gentong terasa sangat pas karena sudah dimasak sejak dini hari setiap harinya.

empal gentong H Apud

Tidak berlama-lama, kemudian rombongan  sudah bergerak lagi. Kali ini yang dituju adalah Batik Trusmi, sebuah pusat penjualan batik di daerah Trusmi.  Hampir seluruh pengrajin batik di Cirebon mengirimkan karyanya ke tempat ini. Pengunjung tinggal memilih model, warna dan corak, yang pastinya disesuaikan dengan kemampuan. Tapi harga yang ditawarkan memang terjangkau, ada yang 45 ribu rupiah sampai 500 ribu rupiah.  

Belanja oleh-oleh di sini memang tepat, sebab segala penganan seperti kerupuk kulit, kerupuk udang, terasi, sambal rebon, sambal ikan asin, sirup tjampolai dan masih banyak lagi makanan lainnya.

Seteguk minuman dingin sudah menghilangkan dahaga. Jam sudah setengah tiga sore. Dengan santai  bus  membawa rombongan  menuju stasiun. Masih asik berbincang soal tempat-tempat yang baru dikunjungi, pengeras suara mengumumkan jalur kereta yang  menuju ke Jakarta. Hanya setengah jam bersantai dan foto-foto di stasiun, rombongan sudah kembali duduk tertidur menikmati gerak gerbong yang membawa kembali ke Ibu Kota. Belum juga malam, kami sudah berpisah di Stasiun Gambir. Rasanya seperti mimpi, sehari ini kami sudah menikmati perjalanan di Cirebon. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya. ars

5 komentar pada “Sehari Jalan-Jalan ke Cirebon

  • 24/09/2020 pada 3:08 pm
    Permalink

    wah ini komunitas Kopassos 29 Jakarta, siap-siap jalan lagi kalau dah aman..

    Balas
  • 24/09/2020 pada 3:14 pm
    Permalink

    Refreshing utk yg tidak muda lg, perjalanan pp yg menyenangkan dg KA dan bisa dg santai mengunjungi byk tmpt wisata…

    Balas
  • 24/09/2020 pada 8:38 pm
    Permalink

    Perjalanan yg sangat menyenangkan, terutama utk org2 yg tidak muda lg, santai dan refreshing dg KA pp yg nyaman dan jg tmpt2 wisata yg menarik…

    Balas
  • 30/09/2020 pada 8:19 am
    Permalink

    alur kisah mengalir…bikin smangat pingin halan halan… lanjoottt

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *