Trend Sepeda Listrik

Sepeda Listrik bersliweran dari jalanan kota besar sampai ke pelosok kampung. Apalagi, penyewaan sepeda listrik semakin menjamur.

Tercetusnya ide untuk membuat sepeda listrik terjadi di akhir abad ke-19. Di tahun 1895, prototipe sepeda listrik bertenaga baterai buatan Ogden Bolton Jr dipatenkan. Motor dari sepeda listrik ini mampu memutar tenaga hingga 100 ampere (A) dari baterai 10 volt.
Kemudian pada tahun 1897 Hosea W. Libbey dari Boston menemukan sepeda listrik yang digerakkan oleh motor listrik ganda, seperti dilansir laman Bicycle History. Inilah bukti bagaimana ide pembuatan sepeda listrik sudah terpikirkan lebih dari satu abad silam.
Pada tahun 1989 perusahaan sepeda berbasis Jerman, Hercules, memperkenalkan produk sepeda listrik yang dinamai Electra. Sepeda listrik ini unggul karena dapat berganti dari mesin bertenaga bensin menjadi motor listrik pada waktu yang bersamaan, seperti dilansir laman Electric Bike. Electra yang memiliki tenaga mesin 24 volt ini laris dijual di Eropa karena modelnya yang tergolong modern dan simple.

Di tahun 1992, Vector Services Limited menawarkan dan menjual electronic bike yang diberi nama Sinclair Zike, yang dilengkapi dengan seperangkat baterai NiCD.

Lalu pada akhir tahun 1990 sampai awal 2000, begitu banyak sepeda listrik yang diciptakan. Tercatat, produksi e-bike meningkat hingga 35 persen dalam satu dasawarsa. Tak sedikit perusahaan yang berlomba-lomba membuat sepeda listrik, diantaranya Yamaha. Pada tahun 1993, Yamaha merilis sepeda listrik dengan pedal assist system (PAS). Lambat laun, sistem PAS ini mulai banyak diterapkan di merk sepeda listrik lainnya.
Kecanggihan teknologi pun mulai terasa di era 2010 ke atas. Tepatnya di tahun 2014, Bosch merilis Nyon e-bike, yang diperkuat dengan sistem GPS dan touch screen control. GPS ini bisa menampilkan peta dalam bentuk 2D atau 3D.
Nyon e-bike juga terkoneksi dengan smartphone, sehingga pengguna bisa menerima sms dan notifikasi lain ketika berkendara. Selain itu, pengguna bisa mengendarai sepeda listrik hingga 12,7 kilometer dan baterainya masih tetap penuh.
Perkembangan berikutnya pada 2017 bentuk sepeda listrik makin bervariasi, seperti Harley Citycoco, dengan power 1000 W dan dapat dikendarai hingga 50-70 kilometer.
Mengutip Trendhunter.com sejumlah tren transportasi yang berbeda muncul untuk memberi konsumen cara baru untuk berkeliling. Banyak tren transportasi pada 2019 melayani permintaan yang meningkat untuk keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Salah satu perkembangan penting datang dari EasyMile, organisasi yang menciptakan pesawat ulang-alik mandiri baru yang menciptakan ‘EZ10.’ Sebuah moda antar-jemput otonom dapat memuat 15 orang, dan bertenaga listrik.

Perkembangan penting lainnya dalam industri transportasi adalah e-bike ‘X One’. E-bike memiliki antarmuka Android yang dapat dibuka menggunakan teknologi pengenalan wajah. Pengendara juga dapat menggunakan sistem pengenalan wajah untuk sinyal saat belok.

Melihat peluang besar Harley-Davidson memperluas bisnisnya dengan menciptakan sepeda listrik juga.
Bisnis sepeda listrik perkotaan menggoda produsen sepeda motor Amerika yang populer Harley-Davidson, untuk ikut memproduksinya. Menyadari perlunya transportasi yang lebih ringan dan lebih mudah diakses, perusahaan memproduksi dua desain yang dapat digunakan untuk perjalanan dalam kota, serta beberapa petualangan off-road.

Dengan merilis sepeda listrik perkotaan, Harley-Davidson berharap untuk menarik konsumen baru yang lebih modern. Untuk memastikan adanya beragam pilihan, kedua kendaraan roda dua ini memiliki fitur spesifiknya sendiri. Yang pertama menampilkan dirinya sebagai kendaraan yang lebih tradisional yang menarik inspirasi dari sepeda motor trail. Yang kedua menawarkan estetika yang lebih ramah pengguna.

Sepeda listrik perkotaan Harley-Davidson memiliki fitur keren dan dapat menawarkan akselerasi instan, menandakan bahwa desain tersebut memang jadi jaminan perusahaan.

Pabrikan lainnya, Tempus Electric Bikes memproduksi sepeda listrik ‘Titan R’ yang mampu mencapai kecepatan tertinggi 28 mil per jam.

Tempus Electric Bikes ‘Titan R’ adalah solusi transportasi yang stylish dan ramah lingkungan yang memberikan konsumen perkotaan cara yang lebih baik untuk berkeliling tanpa harus bergantung pada mobil atau transportasi umum.

Terinspirasi oleh motor racer cafe vintage dari tahun 90-an, sepeda listrik ini menawarkan kecepatan tertinggi 28mph dan akan menyediakan rentang berkendara antara 20 dan 40 kilometer, tergantung pada kondisi. Menggunakan sistem dua suspensi depan, menyediakan ketahanan guncangan yang tahan lama, sementara rangka baja kromol seperti pesawat dibangun untuk ketahanan penggunaan sepeda listrik ini selama bertahun-tahun.

Classic E-bike
Hampir sama dengan Harley-Dividson yang membuat sepeda listrik, model sepeda klasik juga menjadi inpirasi bagi Carota Design untuk membuat ‘Classic E-bike’ yang cepat dan efisien.
‘Classic E-bike’ telah dikonsep oleh Carota Design sebagai solusi transportasi premium untuk pengendara perkotaan yang akan memungkinkan mereka untuk berkeliling tanpa kehilangan gaya.

Bergaya seperti sepeda motor cruiser yang memiliki drivetrain listrik V-twin yang diposisikan di bawah kursi, ini menarik daya dari baterai di bawah sadel seperti layaknya tangki bahan bakar pada sepeda motor. Ini memungkinkan sepeda listrik mempertahankan estetika penuh gaya yang menampilkan model retro dan tetap keren sebagai alat transportasi.

‘Classic E-bike’ hadir sebagai solusi transportasi yang sangat efisien dan nyaman bagi penumpang perkotaan yang ingin berkendara ke tempat kerja atau rekreasi. Ban Whitewall dan headlamp kuno dari sepeda tampak seperti produk dari masa lalu dengan fungsi yang siap untuk masa depan. ars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *